MANTINGAN, (03/05/2026) | Perhutani, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Mantingan, melaksanakan kegiatan pembinaan kepada kru tebangan di petak 81a, Kepala Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Trembes, wilayah Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Dema’an, pada Minggu, (03/05). Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan produksi kayu sekaligus memastikan pelaksanaan tebangan berjalan sesuai ketentuan pengelolaan hutan lestari.
Kegiatan pembinaan dipimpin oleh Administratur, KPH Mantingan, Rohasan, bersama jajaran BKPH Dema’an, serta diikuti oleh tenaga tebangan yang berasal dari masyarakat sekitar hutan Desa Trembes. Pembinaan difokuskan pada pemahaman teknis tebangan, keselamatan kerja, kedisiplinan pelaksanaan kegiatan di lapangan, serta kepatuhan terhadap ketentuan pengelolaan hutan.
Administratur, KPH Mantingan, Rohasan, menyampaikan bahwa kegiatan tebangan harus dilaksanakan dengan sebaik mungkin agar dapat memaksimalkan hasil kayu pertukangan melalui pemanfaatan sumber daya hutan yang ada. Dengan melakukan pemotongan rata tanah dan memaksimalkan pemotongan batang sesuai permintaan pasar, diharapkan target yang telah ditetapkan dapat tercapai.
“Pembinaan kru tebangan merupakan langkah penting untuk mendukung pencapaian target produksi kayu secara optimal tanpa mengesampingkan aspek kelestarian hutan.”
“Melalui pembinaan ini, kami berharap seluruh tenaga tebangan memahami standar kerja yang benar, mulai dari teknik penebangan, keselamatan kerja, hingga menjaga kondisi lingkungan hutan. Dengan pelaksanaan kerja yang tertib dan sesuai aturan, produksi kayu dapat meningkat dan tetap berkelanjutan,” ujar Rohasan.
Sementara itu, Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Dema’an, Joko Selamet, menjelaskan bahwa kegiatan tebangan berada di petak 81a dengan target 597 m³ dan telah mencapai 102%. Kegiatan pembinaan tersebut juga bertujuan memperkuat sinergi antara Perhutani dan masyarakat sekitar hutan yang terlibat langsung sebagai tenaga tebangan.
“Kami ingin memastikan seluruh kru tebangan bekerja secara profesional, aman, dan bertanggung jawab. Keterlibatan masyarakat sekitar hutan menjadi bagian penting dalam mendukung pengelolaan hutan yang produktif dan berkesinambungan,” jelas Joko Selamet.
Salah satu anggota Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Gunung Modho, Soemirman, menyambut baik adanya pembinaan langsung dari jajaran manajemen Perhutani. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan pemahaman yang lebih jelas terkait tata cara kerja yang aman dan sesuai ketentuan.
“Dengan adanya pembinaan ini, seluruh kru tebangan menjadi lebih paham cara kerja yang benar dan aman. Kami juga merasa diperhatikan sehingga dapat bekerja lebih baik dan mendukung keberhasilan produksi kayu,” tutupnya. (Mnt/Joyo).
Editor: Diono
Copyright © 2026
















Leave a Reply