Kegiatan monitoring dihadiri jajaran manajemen KPH Pekalongan Barat bersama petugas lapangan dan Kepala BKPH Salem. Fokus pembinaan meliputi administrasi produksi, penataan hasil hutan, kedisiplinan petugas, serta evaluasi penerapan standar operasional kerja di lapangan.
Administratur/Kepala KPH Pekalongan Barat melalui Kepala Seksi Produksi dan Ekowisata, Prabawa Jati Asmara, menyampaikan bahwa monitoring rutin merupakan bagian dari langkah pembinaan agar seluruh proses pengelolaan hasil hutan dapat berjalan tertib, aman, dan akuntabel.
“Monitoring dan pembinaan ini penting untuk memastikan seluruh kegiatan di TPG berjalan sesuai prosedur. Selain itu, kegiatan ini juga sebagai upaya meningkatkan kualitas pengelolaan serta menjaga produktivitas dan keamanan hasil hutan,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, dilakukan pula pengecekan kondisi sarana dan prasarana TPG, kelengkapan administrasi, hingga kesiapan petugas dalam mendukung kelancaran distribusi hasil hutan. Petugas lapangan juga diingatkan untuk terus menjaga ketelitian administrasi dan meningkatkan koordinasi antar jajaran.
Sementara itu, Asper/Kepala BKPH Salem, Taufiq, mengatakan bahwa pembinaan berkala menjadi sarana evaluasi sekaligus penguatan kinerja petugas di lapangan. Menurutnya, sinergi seluruh personel sangat diperlukan agar pengelolaan hasil hutan dapat berjalan optimal dan memberikan kontribusi positif bagi perusahaan maupun masyarakat sekitar hutan.
Di sisi lain, salah satu mitra pekerja sadapan getah pinus di TPG Indrajaya, Sudiro, mengaku senang atas dukungan dari jajaran manajemen KPH Pekalongan Barat yang turun langsung ke lapangan. Ia berharap melalui kegiatan monitoring dan pembinaan tersebut, pengelolaan TPG Indrajaya semakin tertib, efektif, dan produktivitasnya meningkat sehingga mampu mendukung keberlanjutan pengelolaan sumber daya hutan di wilayah Salem, Kabupaten Brebes. (Pkb/Sgy)
Editor: Diono
Copyright © 2026
Leave a Reply