PEKALONGAN TIMUR, (15/06/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pekalongan Timur melalui Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Doro melaksanakan kegiatan timbang bersama getah pinus di Tempat Penimbunan Getah (TPG) Kroyakan sebagai upaya mewujudkan tata kelola produksi getah pinus yang transparan, akuntabel, dan partisipatif.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Doro Slamet Supriyanto yang mewakili Administratur KPH Pekalongan Timur, serta perwakilan Kelompok Tani Sadap (KTS) yang dipimpin oleh Pranowo.
Kegiatan timbang bersama ini merupakan salah satu bentuk komitmen Perhutani dalam memastikan proses penerimaan dan pencatatan hasil produksi getah pinus berjalan secara terbuka serta dapat diketahui oleh seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan penyadapan. Selain sebagai sarana verifikasi hasil produksi, kegiatan ini juga menjadi wadah komunikasi antara Perhutani dan para penyadap dalam mendukung kelancaran produksi hasil hutan bukan kayu.
Dalam pelaksanaannya, seluruh hasil getah pinus yang telah terkumpul dilakukan penimbangan secara bersama-sama dengan disaksikan oleh petugas Perhutani dan perwakilan KTS. Melalui mekanisme ini diharapkan tercipta kesamaan data serta meningkatkan kepercayaan dan sinergi antara Perhutani dengan masyarakat mitra penyadap.
Administratur KPH Pekalongan Timur melalui Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Doro Slamet Supriyanto menyampaikan bahwa kegiatan timbang bersama merupakan langkah positif dalam membangun tata kelola produksi yang transparan dan profesional.
“Penimbangan bersama ini merupakan bagian dari upaya Perhutani untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan produksi getah pinus. Dengan melibatkan Kelompok Tani Sadap secara langsung, diharapkan terjalin komunikasi yang baik serta tercipta kesamaan persepsi terhadap hasil produksi yang diperoleh,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Sadap Pranowo menyampaikan apresiasi atas keterbukaan yang terus dibangun oleh Perhutani dalam setiap tahapan pengelolaan produksi getah pinus. Menurutnya, kegiatan timbang bersama memberikan kepastian dan kejelasan terkait hasil produksi yang disetorkan oleh para penyadap.
“Kami menyambut baik kegiatan ini karena dapat meningkatkan kepercayaan dan kerja sama yang selama ini telah terjalin dengan Perhutani. Harapannya, kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan sebagai bentuk keterbukaan dan kemitraan yang saling menguntungkan,” ujarnya.
Melalui kegiatan timbang bersama di TPG Kroyakan ini, Perhutani menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat hubungan kemitraan dengan masyarakat desa hutan, khususnya KTS, dalam rangka mendukung peningkatan produksi getah pinus yang berkualitas, berkelanjutan, serta memberikan manfaat bagi perusahaan dan masyarakat sekitar hutan. (Pkt/Ran)
Editor: Diono
Copyright © 2026
















Leave a Reply