PEKALONGAN TIMUR, (03/08/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pekalongan Timur melalui Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Karanganyar, Purwo Karyo Utomo, mewakili Administratur KPH Pekalongan Timur, melaksanakan pembinaan kepada para penyadap di wilayah Lebakbarang. Kegiatan tersebut didampingi tenaga alih daya, Andi Agus, dan diikuti sejumlah penyadap yang aktif melakukan penyadapan getah pinus di wilayah BKPH Karanganyar.
Pembinaan tersebut merupakan bagian dari komitmen Perhutani dalam mendukung keberhasilan pengelolaan hasil hutan bukan kayu (HHBK), khususnya produksi getah pinus yang menjadi salah satu komoditas unggulan perusahaan. Melalui kegiatan tersebut, para penyadap memperoleh pembekalan mengenai pentingnya penerapan teknik penyadapan sesuai standar operasional, pemeliharaan kesehatan pohon, serta upaya meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil sadapan.
Administratur KPH pekalongan Timur melalui Kepala BKPH Karanganyar, Purwo Karyo Utomo, menyampaikan bahwa penyadap merupakan mitra strategis Perhutani yang memiliki peran penting dalam mendukung pencapaian target produksi getah. Oleh karena itu, pembinaan secara berkala perlu terus dilakukan agar kegiatan penyadapan dapat berlangsung optimal tanpa mengabaikan aspek kelestarian tegakan pinus.
Menurutnya, keberhasilan produksi getah tidak hanya ditentukan oleh jumlah pohon yang disadap, tetapi juga sangat bergantung pada keterampilan penyadap dalam menerapkan teknik sadap yang benar. Penerapan teknik penyadapan yang tepat akan menghasilkan produksi getah yang optimal sekaligus menjaga kondisi pohon agar tetap sehat dan produktif dalam jangka panjang.
“Penyadap merupakan ujung tombak dalam kegiatan produksi getah pinus. Melalui pembinaan ini kami berharap para penyadap semakin memahami pentingnya penerapan teknik sadap sesuai ketentuan sehingga hasil produksi dapat meningkat tanpa mengurangi kualitas maupun kesehatan tegakan pinus,” ungkapnya.
Selain memberikan pembekalan teknis, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan sebagai sarana komunikasi antara Perhutani dan para penyadap. Berbagai masukan, kendala, serta perkembangan yang dihadapi di lapangan menjadi bahan diskusi untuk mencari solusi bersama demi mendukung kelancaran produksi getah di wilayah Lebakbarang.
Pada kesempatan yang sama, tenaga alih daya, Andi Agus, turut memberikan pendampingan kepada para penyadap terkait pelaksanaan kegiatan di lapangan. Pendampingan tersebut diharapkan dapat membantu penyadap menjalankan aktivitas sehari-hari sehingga target produksi yang telah ditetapkan dapat tercapai secara optimal.
Para penyadap yang hadir menyambut baik kegiatan pembinaan tersebut. Mereka mengaku memperoleh tambahan pengetahuan dan motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pekerjaan. Selain itu, komunikasi secara langsung dengan jajaran Perhutani memberikan kesempatan bagi para penyadap untuk menyampaikan berbagai kondisi dan tantangan yang dihadapi selama melaksanakan kegiatan penyadapan.
Melalui kegiatan pembinaan tersebut, Perhutani berharap dapat terus meningkatkan kapasitas dan kompetensi para penyadap sebagai mitra kerja di lapangan. Dengan terjalinnya hubungan yang harmonis antara Perhutani dan penyadap, diharapkan produksi getah pinus terus meningkat, target perusahaan dapat tercapai, serta kelestarian sumber daya hutan tetap terjaga.
Kegiatan pembinaan tersebut juga menjadi wujud nyata komitmen Perhutani dalam mengelola sumber daya hutan secara profesional, berkelanjutan, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar hutan. Dengan dukungan seluruh pihak, pengelolaan HHBK di wilayah KPH Pekalongan Timur diharapkan mampu memberikan kontribusi positif bagi perusahaan, masyarakat, dan lingkungan. (Pkt/Ran)
Editor: Diono
Copyright © 2026
















Leave a Reply