PEKALONGAN TIMUR (29/05/2026) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pekalongan Timur menggelar pertemuan rutin bersama para penyadap getah pinus di Tempat Penimbunan Getah (TPG) Kroyakan, wilayah Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Jolotigo, pada Minggu (25/05). Kegiatan ini merupakan upaya peningkatan produksi getah pinus sekaligus mendorong kesejahteraan para penyadap di wilayah kerja BKPH Doro.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Doro Slamet Supriyanto yang mewakili Administratur KPH Pekalongan Timur Haris Setiana, bersama jajaran petugas lapangan serta para penyadap getah pinus. Salah satu penyadap yang hadir adalah Rasmun yang dikenal aktif dalam kegiatan penyadapan di wilayah tersebut.
Pertemuan rutin ini menjadi sarana komunikasi, evaluasi, serta pembinaan antara Perhutani dan para penyadap. Berbagai hal dibahas dalam kegiatan tersebut, mulai dari peningkatan produksi getah pinus, teknik penyadapan yang benar, keselamatan kerja, hingga upaya peningkatan pendapatan penyadap.
Dalam sambutannya, Slamet Supriyanto menyampaikan bahwa penyadap memiliki peran penting sebagai ujung tombak keberhasilan produksi getah pinus di lapangan. Oleh karena itu, pembinaan dan komunikasi yang intensif perlu terus dilakukan agar target produksi dapat tercapai secara optimal.
“Pertemuan rutin ini menjadi wadah silaturahmi sekaligus evaluasi bersama antara Perhutani dan para penyadap. Kami berharap melalui komunikasi yang baik, semangat kerja para penyadap semakin meningkat sehingga produksi getah pinus dapat terus optimal dan berdampak langsung terhadap peningkatan pendapatan penyadap,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan pesan dari Administratur KPH Pekalongan Timur agar para penyadap selalu memperhatikan teknik penyadapan sesuai ketentuan perusahaan, sehingga hasil getah tetap maksimal tanpa merusak tegakan pinus.
Selain membahas target produksi, kegiatan ini juga menekankan pentingnya menjaga kualitas getah pinus, kebersihan tempurung, kondisi alur sadap, serta kedisiplinan dalam penyetoran hasil sadapan ke TPG. Hal tersebut dinilai penting untuk menjaga mutu produksi dari wilayah BKPH Doro.
Dalam suasana penuh keakraban, para penyadap juga menyampaikan berbagai masukan dan kendala di lapangan. Diskusi berlangsung terbuka dan interaktif sebagai bentuk komunikasi dua arah antara Perhutani dan masyarakat penyadap.
Rasmun menyampaikan apresiasi atas perhatian dan pembinaan yang diberikan Perhutani kepada para penyadap.
“Kami merasa senang karena Perhutani selalu memberikan perhatian kepada penyadap. Dengan adanya pertemuan seperti ini kami bisa menyampaikan kondisi di lapangan dan mendapatkan arahan langsung dari petugas,” ungkapnya.
Slamet Supriyanto juga mengajak seluruh penyadap untuk bersama-sama menjaga keamanan kawasan hutan serta kelestarian tegakan pinus agar manfaat hutan dapat terus dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat.
Kegiatan pertemuan rutin tersebut ditutup dengan komitmen bersama antara Perhutani dan para penyadap untuk terus meningkatkan produktivitas getah pinus serta menjaga kelestarian hutan di wilayah BKPH Doro.
Melalui kegiatan ini, Perhutani KPH Pekalongan Timur berharap sinergi dengan para penyadap semakin kuat, sehingga target produksi tercapai, kesejahteraan masyarakat meningkat, dan pengelolaan hutan lestari dapat berjalan secara optimal serta berkelanjutan. (Pkt/Ran)
Editor: Diono
Copyright © 2026
















Leave a Reply