PEKALONGAN TIMUR, (15/06/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pekalongan Timur menggelar kegiatan Sosialisasi Penyamaan Persepsi Penimbangan Getah Satu Kali Sehari dalam rangka meningkatkan efektivitas tata kelola produksi getah pinus serta menyamakan pemahaman para pelaksana di lapangan. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Rabu (10/06) dengan menghadirkan narasumber dari Perhutani Pine Chemical Industry (PPCI) Wawan.
Kegiatan sosialisasi dihadiri oleh Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Doro Slamet Supriyanto beserta jajaran petugas lapangan yang terlibat dalam kegiatan produksi getah pinus. Sosialisasi ini merupakan tindak lanjut dari upaya peningkatan efisiensi operasional serta penguatan sistem pengendalian produksi getah pinus.
Melalui kegiatan tersebut, peserta memperoleh penjelasan mengenai mekanisme pelaksanaan penimbangan satu kali sehari, prosedur administrasi yang harus dipenuhi, serta manfaat yang diharapkan dari penerapan sistem tersebut.
Dalam paparannya, Wawan dari PPCI menjelaskan bahwa penerapan sistem penimbangan satu kali sehari merupakan bagian dari upaya penyederhanaan proses kerja dengan tetap mengedepankan akurasi data produksi, transparansi, serta akuntabilitas pengelolaan hasil hutan bukan kayu.
“Dengan adanya kesamaan persepsi di seluruh lini pelaksana, diharapkan pelaksanaan kegiatan di lapangan dapat berjalan lebih tertib, efektif, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” jelasnya.
Sementara itu, Administratur KPH Pekalongan Timur melalui Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Doro Slamet Supriyanto menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi ini menjadi sarana penting untuk memastikan seluruh petugas memahami tujuan dan tata cara pelaksanaan kebijakan yang akan diterapkan. Menurutnya, keseragaman pemahaman sangat diperlukan agar tidak terjadi perbedaan interpretasi yang dapat memengaruhi kelancaran proses produksi dan administrasi getah pinus.
“Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh petugas memiliki pemahaman yang sama mengenai mekanisme penimbangan satu kali sehari sehingga pelaksanaannya dapat berjalan dengan baik, tertib, dan memberikan dampak positif terhadap efisiensi kerja maupun kualitas data produksi yang dihasilkan,” ungkapnya.
Peserta kegiatan juga diberikan kesempatan untuk menyampaikan berbagai masukan, pertanyaan, serta kendala yang berpotensi muncul dalam pelaksanaan di lapangan. Diskusi berlangsung secara interaktif sehingga menghasilkan kesepahaman bersama terkait langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam mendukung keberhasilan implementasi sistem tersebut.
Melalui terselenggaranya sosialisasi ini, Perhutani berharap seluruh jajaran yang terlibat dalam pengelolaan produksi getah pinus dapat melaksanakan tugas secara lebih profesional, transparan, dan akuntabel. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen Perhutani dalam mewujudkan tata kelola produksi hasil hutan bukan kayu yang efektif, efisien, dan berorientasi pada peningkatan kinerja perusahaan. (Pkt/Ran)
Editor: Diono
Copyright © 2026
















Leave a Reply