PURWODADI, PERHUTANI (15/07/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi terus mendorong tumbuhnya budaya produktif di kalangan karyawan sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan keluarga tanpa mengesampingkan tugas pokok sebagai pengelola hutan. Salah satu bentuk nyata dukungan tersebut terlihat dari pengembangan usaha peternakan ayam petelur skala rumahan yang dijalankan Kepala RPH Jangglengan, di pekarangan Rumah Dinas RPH Jangglengan.
Sebagai bentuk apresiasi sekaligus memberikan motivasi, Administratur Perhutani KPH Purwodadi Untoro Tri Kurniawan melakukan peninjauan langsung terhadap usaha peternakan tersebut pada Rabu (15/07). Dalam kesempatan itu, Administratur melihat kondisi kandang, sistem pemeliharaan, hingga proses pengambilan telur yang dipasarkan kepada masyarakat sekitar.
Usaha peternakan tersebut saat ini memelihara sekitar 50 ekor ayam petelur yang mampu menghasilkan rata-rata 1.500 butir telur setiap bulan. Hasil produksi dipasarkan kepada warga sekitar dengan kualitas telur yang segar karena dipanen setiap hari. Setelah dikurangi biaya pakan, vitamin, dan perawatan, usaha tersebut mampu memberikan keuntungan bersih sekitar Rp1.500.000,- setiap bulan, sehingga menjadi tambahan penghasilan yang cukup berarti dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga.
Administratur Perhutani KPH Purwodadi, Untoro Tri Kurniawan, menyampaikan apresiasi atas inisiatif karyawan yang mampu memanfaatkan lahan pekarangan rumah dinas secara produktif.
“Perhutani sangat mendukung setiap karyawan yang memiliki semangat berwirausaha secara positif dan produktif. Selama tidak mengganggu pelaksanaan tugas kedinasan serta tetap mematuhi ketentuan yang berlaku, kegiatan seperti ini patut menjadi contoh. Selain meningkatkan kesejahteraan keluarga, usaha produktif juga mampu menumbuhkan semangat kemandirian ekonomi dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar melalui penyediaan bahan pangan yang berkualitas,” ujar Untoro.
Ia berharap inisiatif tersebut dapat menginspirasi karyawan lainnya untuk memanfaatkan lahan pekarangan secara optimal melalui usaha yang sesuai dengan potensi masing-masing.
Sementara itu, Kepala RPH Jangglengan Radik Saputro menjelaskan bahwa usaha peternakan ayam petelur tersebut berawal dari keinginan memanfaatkan pekarangan rumah dinas agar lebih produktif sekaligus menambah penghasilan keluarga.
“Awalnya kami memulai dengan jumlah ayam yang terbatas, kemudian secara bertahap dikembangkan hingga saat ini menjadi sekitar 50 ekor ayam petelur. Alhamdulillah produksi rata-rata mencapai 1.500 butir telur setiap bulan. Setelah dikurangi biaya operasional seperti pakan dan perawatan, keuntungan bersih sekitar Rp1,5 juta per bulan. Penghasilan tersebut sangat membantu memenuhi kebutuhan keluarga, sekaligus menjadi penyemangat untuk terus mengembangkan usaha secara bertahap,” ungkap Radik.
Menurutnya, selain memberikan manfaat ekonomi, usaha tersebut juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat sekitar mengenai pemeliharaan ayam petelur skala rumah tangga yang sederhana namun memiliki nilai ekonomi.
Salah seorang pelanggan sekaligus warga sekitar Rumah Dinas RPH Jangglengan, Sutrisno, mengaku senang dengan keberadaan peternakan tersebut karena memudahkan masyarakat memperoleh telur segar setiap hari.
“Kami merasa terbantu karena bisa membeli telur yang masih segar dengan harga yang wajar. Kualitas telurnya juga bagus dan pelayanannya ramah. Semoga usaha seperti ini terus berkembang karena selain membantu ekonomi keluarga Pak Radik, juga memberikan manfaat bagi warga sekitar,” tuturnya.
Melalui dukungan terhadap usaha-usaha produktif karyawan, Perhutani KPH Purwodadi berharap dapat mendorong terciptanya sumber pendapatan tambahan yang berkelanjutan, meningkatkan kesejahteraan keluarga karyawan, serta memperkuat hubungan harmonis antara Perhutani dengan masyarakat di sekitar kawasan hutan.
Editor : Diono
















Leave a Reply