Perhutani KPH Purwodadi Monitoring Proses Tebangan Kayu Jati di BKPH Penganten, Pastikan Produksi Berjalan Sesuai Kaidah Kelestarian Hutan

PURWODADI, PERHUTANI (15/07/2026) |Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi terus memastikan kegiatan produksi hasil hutan berjalan sesuai prinsip pengelolaan hutan lestari. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan monitoring proses tebangan kayu jati di Petak 20 B1 seluas 21,20 hektare, wilayah RPH Terkesi BKPH Penganten, pada Rabu (15/07).

Monitoring dilaksanakan oleh jajaran Perhutani BKPH Penganten sebagai bagian dari pengawasan kegiatan tebangan B dengan target produksi mencapai 1.095,652 meter kubik. Kegiatan ini bertujuan memastikan seluruh tahapan penebangan dilaksanakan sesuai prosedur teknis, standar keselamatan kerja, serta tetap menjaga fungsi ekologis hutan.

Selain melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan tebangan, petugas juga memeriksa kesesuaian penandaan pohon yang ditebang, kondisi tegakan tinggal, keamanan areal kerja, serta kesiapan jalur angkutan kayu agar proses produksi berlangsung tertib, efisien, dan tidak menimbulkan kerusakan terhadap lingkungan sekitar.

Administratur KPH Purwodadi melalui Kepala Seksi Produksi dan Ekowisata, Aries Supriyanto, menegaskan bahwa kegiatan monitoring merupakan bagian penting dalam pengendalian pelaksanaan produksi kayu agar tetap mengedepankan prinsip Pengelolaan Hutan Lestari (PHL).

“Monitoring ini bertujuan memastikan seluruh proses tebangan berjalan sesuai rencana kerja, ketentuan teknis, dan prinsip kelestarian hutan. Pohon yang ditebang merupakan pohon yang telah memenuhi kriteria masak tebang berdasarkan perencanaan yang telah ditetapkan. Setelah kegiatan tebangan selesai, areal tersebut akan menjadi bagian dari program penanaman kembali sehingga keberlanjutan fungsi produksi, ekologi, dan sosial hutan tetap terjaga. Perhutani berkomitmen mengelola hutan secara profesional agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat hingga generasi mendatang,“ ujar Aries Supriyono.

Ia menambahkan bahwa pengawasan yang dilakukan secara rutin juga bertujuan menjaga kualitas hasil produksi, meningkatkan keselamatan kerja tenaga tebang, serta meminimalkan potensi gangguan keamanan hutan selama kegiatan berlangsung.

Sementara itu, tenaga tebang mitra Perhutani asal Desa Terkesi, Imam Suroto, mengaku selalu melaksanakan pekerjaan sesuai arahan dan standar operasional yang telah ditetapkan Perhutani.

“Kami bekerja sesuai petunjuk dari petugas Perhutani, mulai dari penentuan pohon yang ditebang hingga teknik penebangan yang aman. Kami menyadari bahwa hutan harus tetap dijaga karena menjadi sumber kehidupan dan mata pencaharian masyarakat. Dengan adanya pengawasan dari Perhutani, pekerjaan menjadi lebih tertib, aman, dan kami semakin memahami pentingnya menjaga kelestarian hutan setelah proses produksi selesai,” ungkap Imam.

Melalui kegiatan monitoring tersebut, Perhutani KPH Purwodadi berharap seluruh rangkaian produksi kayu dapat berlangsung secara optimal tanpa mengabaikan aspek konservasi. Penerapan prinsip tebang pilih, pengawasan lapangan yang berkesinambungan, serta pelaksanaan penanaman kembali menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mewujudkan pengelolaan hutan negara yang produktif, lestari, dan memberikan manfaat ekonomi, sosial, serta lingkungan secara berkelanjutan.

Editor : Diono

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *