PURWODADI, PERHUTANI (7/07/2026) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian hutan melalui penyediaan bibit berkualitas. Salah satu upaya tersebut diwujudkan dengan pengembangan persemaian jati seluas 0,25 hektare yang berada di lahan pekarangan dinas Kantor BKPH Jatipohon, dengan target menghasilkan sebanyak 72.000 bibit jati unggul yang akan digunakan untuk mendukung kegiatan penanaman pada musim hujan mendatang.
Sebagai bentuk pengawasan dan memastikan seluruh tahapan persemaian berjalan sesuai standar teknis, Wakil Administratur KPH Purwodadi Henry Kristiawan didampingi Kepala Seksi Pembinaan Sumber Daya Hutan (PSDH) KPH Purwodadi beserta jajaran BKPH Jatipohon melaksanakan monitoring langsung ke lokasi persemaian pada Selasa (07/07).
Dalam kegiatan tersebut, tim melakukan pengecekan terhadap kondisi media tanam, pertumbuhan semai, sistem penyiraman, sanitasi persemaian, serta kesiapan tenaga kerja agar bibit yang dihasilkan memiliki kualitas terbaik dan siap ditanam di kawasan hutan.
Persemaian tersebut memanfaatkan 88 kilogram benih jati unggul hasil pengembangan Perhutani Forestry Institute (PEFI). Benih unggul ini berasal dari pohon induk terseleksi dengan karakter genetik terbaik sehingga mampu menghasilkan tanaman yang memiliki pertumbuhan lebih cepat, batang lebih lurus, lebih kokoh, serta menghasilkan kayu berkualitas tinggi.
Penggunaan benih unggul menjadi salah satu strategi Perhutani dalam meningkatkan keberhasilan rehabilitasi dan pembangunan hutan. Dengan kualitas genetik yang lebih baik, pohon jati mampu tumbuh hingga dua kali lebih cepat dibandingkan benih biasa pada usia yang sama sehingga diharapkan mampu meningkatkan produktivitas hutan sekaligus memperkuat fungsi ekologis dan ekonomi kawasan hutan di masa mendatang.
Wakil Administratur KPH Purwodadi Henry Kristiawan mengatakan bahwa penyediaan bibit unggul merupakan investasi jangka panjang bagi keberlanjutan pengelolaan hutan.
“Bibit merupakan fondasi awal keberhasilan pembangunan hutan. Oleh karena itu, kami memastikan seluruh proses persemaian dilakukan secara profesional dengan menggunakan benih unggul hasil riset Perhutani Forestry Institute. Harapannya, bibit yang ditanam nantinya memiliki tingkat keberhasilan tumbuh yang tinggi sehingga mampu menjaga kelestarian hutan sekaligus meningkatkan produktivitas hutan negara untuk generasi mendatang,” ujar Henry.
Ia menambahkan bahwa kegiatan persemaian tidak hanya mendukung program penanaman Perhutani, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mitigasi perubahan iklim melalui peningkatan tutupan hutan, konservasi sumber daya alam, perlindungan tata air, serta penyerapan emisi karbon.
Sementara itu, Kepala BKPH Jatipohon Tutut Sugianto menjelaskan bahwa seluruh tahapan persemaian dilaksanakan dengan pengawasan yang ketat mulai dari penyiapan media tanam, penyemaian benih, pemeliharaan, penyiraman hingga pengendalian hama dan penyakit tanaman.
“Kami berkomitmen menghasilkan bibit yang sehat, seragam, dan siap tanam. Setiap tahapan dikerjakan sesuai standar operasional agar kualitas bibit tetap terjaga. Dengan bibit yang berkualitas, diharapkan tingkat keberhasilan tanaman di lapangan akan semakin tinggi sehingga tujuan pelestarian hutan dapat tercapai secara optimal,” jelas Tutut.
Selain memberikan manfaat bagi kelestarian hutan, keberadaan persemaian juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui penyerapan tenaga kerja lokal. Salah satunya adalah Supardi, warga Desa Sinawah yang dipercaya sebagai tenaga kerja persemaian.
Menurut Supardi, keterlibatannya dalam kegiatan persemaian memberikan penghasilan sekaligus pengalaman mengenai teknik pembibitan yang baik.
“Saya merasa bangga bisa ikut berperan dalam menyiapkan bibit jati untuk hutan Perhutani. Selain memperoleh tambahan penghasilan, kami juga mendapatkan pengetahuan tentang cara merawat bibit agar tumbuh sehat. Semoga bibit-bibit ini nantinya bisa tumbuh menjadi hutan yang bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan,” ungkap Supardi.
Melalui penyediaan 72.000 bibit jati unggul tersebut, Perhutani KPH Purwodadi berharap mampu mendukung keberhasilan program penanaman hutan secara berkelanjutan, meningkatkan kualitas tegakan jati, memperkuat fungsi ekologis kawasan hutan, serta memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan bagi masyarakat sekitar hutan.
Sejalan dengan semangat “Jati Negeri Pertiwi”, Perhutani terus berkomitmen mengelola sumber daya hutan secara lestari melalui pemanfaatan teknologi, penggunaan benih unggul, serta kolaborasi dengan masyarakat guna mewujudkan hutan yang produktif, sehat, dan berkelanjutan bagi generasi sekarang maupun yang akan datang.
Editor : Diono
















Leave a Reply