PURWODADI, PERHUTANI (02/07/2026) | Purwodadi, Grobogan – Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian hutan melalui persiapan program reboisasi berskala besar di kawasan Kendeng Utara wilayah hutan Perhutani KPH Purwodadi. Untuk memenuhi kebutuhan penanaman tahun 2026, Perhutani menyiapkan 1.110.975 plances bibit yang akan digunakan pada kegiatan rehabilitasi dan pembangunan hutan seluas 955,72 hektare di seluruh wilayah kerja KPH Purwodadi.
Kebutuhan bibit tersebut terdiri atas 827.404 plances bibit jati dan 283.571 plances bibit tanaman rimba, yang meliputi gamal, jambu mete, mahoni, sonokeling, johar, randu, serta berbagai jenis tanaman kehutanan lainnya. Program ini menjadi salah satu langkah strategis Perhutani dalam memperkuat tutupan hutan, meningkatkan kualitas lingkungan, menjaga sumber mata air, serta mendukung keberlanjutan fungsi ekologis kawasan hutan Kendeng Utara.
Sebagai pusat produksi bibit, Perhutani KPH Purwodadi mengandalkan Persemaian Sinawah yang selama ini menjadi tulang punggung penyediaan bibit berkualitas. Namun, besarnya kebutuhan bibit mendorong Perhutani melakukan inovasi dengan mengoptimalkan lahan pekarangan dinas Kantor BKPH Jatipohon seluas 0,25 hektare sebagai persemaian pendukung.
Di lokasi tersebut, Perhutani memproduksi 72.000 plances bibit Jati Klon Unggul Perhutani (KBK) yang saat ini telah mencapai 100 persen dari target. Sementara itu, persemaian 159.000 plances bibit johar hingga saat ini telah terealisasi sekitar 30 persen, dan terus dipelihara agar siap tanam sesuai jadwal pelaksanaan reboisasi tahun depan.
Selain menjadi pusat penyediaan bibit, kegiatan persemaian juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekitar kawasan hutan, khususnya warga Desa Sinawah. Sejak proses pengisian polybag, penyemaian benih, penyiraman, penyiangan, hingga pemeliharaan bibit, Perhutani melibatkan masyarakat setempat sebagai tenaga kerja harian.
Keterlibatan masyarakat tersebut tidak hanya mempercepat proses produksi bibit, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan dan memberikan tambahan penghasilan bagi keluarga di sekitar kawasan hutan. Melalui pola pemberdayaan ini, Perhutani berharap hubungan harmonis antara perusahaan dan masyarakat desa hutan semakin kuat, sehingga upaya menjaga kelestarian hutan menjadi tanggung jawab bersama.
Administratur Perhutani KPH Purwodadi melalui Kepala BKPH Jatipohon, Tutut Sugianto, mengatakan bahwa penyediaan bibit merupakan fondasi utama keberhasilan program reboisasi. Oleh karena itu, seluruh proses produksi dilakukan dengan mengedepankan kualitas bibit sekaligus memberikan manfaat sosial bagi masyarakat sekitar.
“Program reboisasi tidak hanya berbicara tentang menanam pohon, tetapi juga menanam harapan bagi keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Kami memastikan seluruh kebutuhan bibit dipersiapkan sejak dini dengan kualitas terbaik agar tingkat keberhasilan tanaman semakin tinggi. Di sisi lain, kami juga melibatkan warga sekitar hutan sebagai tenaga kerja sehingga kegiatan persemaian mampu memberikan manfaat ekonomi secara langsung kepada masyarakat. Kelestarian hutan akan semakin terjaga apabila masyarakat ikut merasakan manfaat dari keberadaan hutan,” ujar Tutut.
Salah seorang tenaga kerja persemaian, Sugiman, warga Desa Sinawah, mengaku bersyukur dapat bekerja membantu kegiatan persemaian Perhutani. Menurutnya, pekerjaan tersebut memberikan tambahan pendapatan bagi keluarganya sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap kelestarian hutan.
“Kami merasa senang bisa ikut bekerja di persemaian ini. Selain mendapatkan penghasilan untuk membantu kebutuhan keluarga, kami juga merasa ikut berperan dalam menyiapkan jutaan bibit yang nantinya akan menghijaukan kembali kawasan hutan. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut karena sangat bermanfaat bagi masyarakat desa sekitar hutan,” ungkap Sugiman.
Melalui persiapan lebih dari 1,1 juta bibit, Perhutani KPH Purwodadi optimistis pelaksanaan reboisasi tahun 2026 akan berjalan sesuai target. Program ini tidak hanya menjadi upaya memperkuat fungsi ekologis hutan Kendeng Utara sebagai penyangga kehidupan, tetapi juga mempertegas peran Perhutani dalam mengintegrasikan pelestarian lingkungan dengan pemberdayaan masyarakat, sehingga hutan yang lestari mampu menghadirkan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan secara berkelanjutan bagi generasi sekarang maupun yang akan datang.
Editor : Diono
















Leave a Reply