BANYUMAS TIMUR, (12/10/2026) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Timur melakukan pengecekan persediaan getah pinus di Tempat Penampungan Getah (TPG) Bantu Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Serang, Minggu (11/10). Di tengah kegiatan tersebut, petugas bertemu Mbah Hardi yang sedang menuangkan getah hasil sadapannya. Untuk periode ini, ia merencanakan setoran sebanyak empat fiber.
Bagi Mbah Hardi, menuangkan getah bukan sekadar memindahkan hasil sadapan ke wadah penampungan. Ada pekerjaan yang mendahuluinya di petak hutan, mulai dari merawat bidang sadap hingga mengumpulkan getah yang menetes sedikit demi sedikit. Hasilnya kemudian dibawa untuk disetorkan melalui alur pengumpulan yang telah ditentukan.
Empat fiber menjadi target yang ingin dicapai Mbah Hardi pada periode ini. Angka tersebut menggambarkan rencana setoran yang sedang ia upayakan, sekaligus memperlihatkan bagaimana kegiatan penyadapan berlangsung melalui pekerjaan yang dilakukan secara bertahap. Hasil yang terkumpul bergantung pada kondisi tegakan, proses penyadapan, serta waktu yang dibutuhkan hingga getah siap dikumpulkan.
Di Tempat Pengumpulan Getah (TPG) Bantu RPH Serang, pengecekan persediaan menjadi bagian dari pemantauan alur hasil getah dari penyadap. Kegiatan ini membantu petugas mengetahui kondisi persediaan yang telah masuk sekaligus mengikuti perkembangan setoran dari lapangan. Dengan pemantauan tersebut, pengelolaan getah dapat dilakukan secara lebih tertib dan sesuai dengan kebutuhan pencatatan.
Administratur KPH Banyumas Timur melalui Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Gunung Slamet Timur, Bambang Sutanto, menyampaikan bahwa pemantauan persediaan getah perlu berjalan beriringan dengan perhatian terhadap proses penyadapan di lapangan. Menurutnya, hasil yang terkumpul di tempat penampungan tidak terlepas dari ketekunan penyadap dalam menjalankan pekerjaan sehari-hari.
“Pengecekan persediaan getah menjadi bagian dari upaya Perhutani memantau hasil penyadapan yang masuk dari lapangan. Kami juga perlu melihat perkembangan setoran penyadap dan memastikan pengelolaannya berjalan tertib. Di balik setiap hasil yang terkumpul, ada proses kerja yang perlu dijaga, mulai dari kegiatan penyadapan sampai penyerahan getah,” ungkapnya.
Kepala RPH Serang, Agus Ruswanto, menambahkan bahwa komunikasi dengan penyadap menjadi hal penting dalam mendampingi kegiatan penyadapan. Melalui pertemuan langsung seperti ini, petugas dapat mengetahui perkembangan pekerjaan dan rencana setoran penyadap. Pendampingan juga menjadi kesempatan untuk mengingatkan pentingnya menjaga kualitas pekerjaan serta mengikuti tata cara penyadapan yang berlaku.
“Perhutani terus berupaya menjalin komunikasi dengan para penyadap untuk mengetahui perkembangan kegiatan di lapangan. Rencana setoran seperti yang disampaikan Mbah Hardi menjadi salah satu informasi yang perlu kami pantau. Harapannya, kegiatan penyadapan dapat berjalan dengan baik dan hasil yang terkumpul bisa dikelola secara tertib,” jelasnya.
Sementara itu, Mbah Hardi menyampaikan bahwa pada periode ini ia menargetkan setoran empat fiber. Target tersebut menjadi bagian dari rencana kerjanya dalam mengumpulkan hasil sadapan yang siap disetorkan.
“Periode ini rencananya empat fiber. Getah yang sudah terkumpul saya tuangkan untuk disetorkan. Semoga targetnya bisa tercapai dan pekerjaan penyadapan tetap lancar,” ujarnya.
Pertemuan singkat di TPG Bantu RPH Serang tersebut memperlihatkan satu sisi penting dalam pengelolaan hasil hutan bukan kayu. Sebelum tercatat sebagai persediaan di tempat penampungan, getah melewati rangkaian pekerjaan yang membutuhkan ketekunan penyadap dan pemantauan petugas. Karena itu, pengecekan persediaan tidak hanya berkaitan dengan jumlah yang masuk, tetapi juga menjadi bagian dari perhatian terhadap proses pengelolaan hasil sadapan.
Melalui pemantauan di TPG dan pendampingan kepada penyadap, Perhutani KPH Banyumas Timur terus mendorong pengelolaan getah pinus yang tertib dan berkelanjutan. Di balik target empat fiber Mbah Hardi, ada ikhtiar harian yang menjadi bagian dari kegiatan penyadapan sekaligus mendukung pemanfaatan hasil hutan secara bertanggung jawab. Sebuah Cerita Penjaga Hutan yang tumbuh dari pekerjaan sederhana, ketekunan, dan kepedulian terhadap keberlanjutan hutan. (Byt/Mei)
Editor: Intan
Copyright © 2026
















Leave a Reply