PEKALONGAN BARAT, (04-07-2026) | Dalam upaya mendorong peningkatan produksi getah pinus sekaligus meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat sekitar hutan, Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pekalongan Barat menggelar kegiatan komunikasi sosial (komsos) bersama mitra penyadap getah pinus di Petak 29F, Tempat Penimbunan Getah (TPG) Moga, Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Moga, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Moga, Desa Banyumudal, Kecamatan Moga, Kabupaten Pemalang, Sabtu (04/07).
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran petugas Perhutani KPH Pekalongan Barat, yakni Kepala Seksi Produksi, Asper/Kepala BKPH Moga, mandor sadap, serta para mitra penyadap getah pinus. Pertemuan berlangsung dalam suasana penuh keakraban sebagai wadah silaturahmi, evaluasi, sekaligus penyampaian berbagai arahan terkait peningkatan produktivitas penyadapan getah pinus.
Administratur/Kepala Perhutani KPH Pekalongan Barat melalui Kepala Seksi Produksi Prabawa Jatiasmara menyampaikan bahwa komunikasi yang baik antara Perhutani dan mitra penyadap menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam menjaga kesinambungan produksi hasil hutan bukan kayu, khususnya getah pinus. Selain mengejar target produksi, kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang menggantungkan penghasilannya dari kegiatan penyadapan.
“Dengan komunikasi yang intensif, kami berharap para penyadap semakin termotivasi untuk bekerja sesuai standar operasional, menjaga kualitas getah, serta tetap memperhatikan kelestarian tegakan pinus agar produktivitas dapat terus meningkat secara berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kegiatan pembinaan dan komunikasi rutin merupakan salah satu pendekatan yang digunakan Perhutani untuk menjaga produktivitas getah pinus sekaligus memastikan pengelolaan hutan tetap lestari.
Dalam kesempatan tersebut, Perhutani juga mengingatkan pentingnya penerapan teknik penyadapan yang benar, menjaga kebersihan alat sadap, menjaga kualitas hasil getah, serta meningkatkan kedisiplinan dalam penyetoran hasil ke TPG. Para penyadap juga diajak bersama-sama menjaga keamanan kawasan hutan dari berbagai potensi gangguan.
Sementara itu, penyadap TPG Moga, Ratno, yang merupakan warga Desa Banyumudal, menyambut baik pelaksanaan kegiatan komunikasi sosial tersebut. Menurutnya, kegiatan seperti ini memberikan motivasi, menambah wawasan teknis penyadapan, sekaligus menjadi sarana menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi di lapangan sehingga dapat dicarikan solusi bersama.
“Kami berharap kegiatan seperti ini terus dilaksanakan karena sangat membantu para penyadap dalam meningkatkan pengetahuan dan semangat kerja. Dengan produksi yang meningkat, kesejahteraan masyarakat sekitar hutan juga akan semakin baik,” ungkapnya.
Melalui kegiatan komunikasi sosial ini, Perhutani KPH Pekalongan Barat berharap sinergi dengan masyarakat penyadap semakin kuat, target produksi getah pinus dapat tercapai secara optimal, serta memberikan dampak positif terhadap peningkatan pendapatan ekonomi masyarakat sekitar hutan tanpa mengabaikan prinsip kelestarian hutan yang berkelanjutan. (Pkb/Sgy)
Editor: Diono
Copyright © 2026
















Leave a Reply