BALAPULANG (05/07/2026) | Perum Perhutani KPH Balapulang menghadiri kegiatan Ruwat Bumi yang diselenggarakan di halaman Balai Desa Pamedaran, Kabupaten Brebes, Minggu (05/07). Tradisi tahunan masyarakat agraris tersebut dihadiri Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Ketanggungan, Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Tunas Harapan, serta berbagai elemen masyarakat sebagai wujud syukur atas hasil panen dan doa bersama memohon keselamatan serta keberkahan.
Ruwat Bumi merupakan tradisi masyarakat Jawa yang dilaksanakan setiap tahun sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil pertanian yang diperoleh, sekaligus memohon perlindungan dari berbagai bencana, khususnya menjelang musim kemarau. Rangkaian kegiatan meliputi doa bersama, kirab gunungan hasil bumi, dan makan bersama sebagai simbol kebersamaan serta gotong royong masyarakat.
Ketua LMDH Tunas Harapan Desa Pamedaran, M. Soleh, mengatakan bahwa Ruwat Bumi menjadi tradisi yang terus dilestarikan oleh masyarakat, terutama menjelang musim kemarau.
“Kami berharap melalui Ruwat Bumi, masyarakat diberikan keselamatan, kecukupan air, serta hasil pertanian yang semakin melimpah, baik padi, jagung, maupun komoditas palawija lainnya. Kami juga menyampaikan terima kasih kepada Perhutani karena sebagian besar masyarakat di desa ini memperoleh manfaat dari kerja sama pengelolaan hutan melalui pola tumpangsari. Kemitraan ini akan terus kami jaga dan laksanakan sesuai arahan petugas Perhutani,” ujarnya.
Administratur KPH Balapulang, melalui Asisten Perhutani (Asper) BKPH Banjarharjo Timur, Wahyu Widiarso, menyampaikan bahwa kemitraan antara Perhutani dan masyarakat desa hutan telah memberikan manfaat nyata bagi keberhasilan pengelolaan hutan maupun peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Di wilayah BKPH Banjarharjo Timur terdapat beberapa Resort Pemangkuan Hutan yang sebagian besar masyarakatnya memanfaatkan program tumpangsari melalui kolaborasi penanaman tanaman kehutanan dengan tanaman palawija. Hingga saat ini, pola kemitraan tersebut berjalan dengan baik. Tanaman kehutanan tumbuh optimal dan kondisi keamanan kawasan hutan tetap kondusif berkat partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kelestarian hutan,” ungkap Wahyu.
Melalui kehadiran dalam kegiatan Ruwat Bumi, Perhutani KPH Balapulang menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kemitraan dengan masyarakat desa hutan melalui pendekatan sosial dan budaya. Sinergi tersebut diharapkan mampu mendukung pengelolaan hutan yang lestari, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat ketahanan pangan dan kelestarian lingkungan secara berkelanjutan. (Bpl/Jul)
Editor: Hening
Copyright © 2026
















Leave a Reply