PEKALONGAN BARAT (20/05/2026) | Dalam upaya meningkatkan produktivitas hasil hutan bukan kayu, khususnya getah pinus, Perum Perhutani melalui Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pekalongan Barat menerima kunjungan komunikasi dan koordinasi dari Kesatuan Bisnis Mandiri (KBM) Industri Non Kayu (INK) Jawa Tengah bersama PGT Winduaji. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antar lini kerja guna mendukung optimalisasi produksi getah pinus di wilayah kerja Perhutani.
Pertemuan yang berlangsung penuh keakraban tersebut membahas berbagai strategi peningkatan produktivitas sadapan getah pinus, mulai dari penguatan koordinasi lapangan, peningkatan kualitas sumber daya manusia penyadap, hingga pengelolaan distribusi bahan baku getah menuju Pabrik Gondorukem dan Terpentin (PGT) Winduaji dan PPCI Pemalang.
Administratur/Kepala KPH Pekalongan Barat, Maria Endah Ambarwati, menyampaikan bahwa sinergi antarunit kerja sangat diperlukan untuk menjaga kesinambungan produksi getah pinus yang menjadi salah satu komoditas unggulan Perhutani.
“KPH Pekalongan Barat merupakan penyuplai bahan baku getah pinus bagi PGT Winduaji dan PPCI Pemalang. Dengan koordinasi yang baik antara pengelola kawasan hutan, KBM INK Jawa Tengah, serta PGT Winduaji dan PPCI Pemalang, diharapkan target produksi dapat tercapai secara optimal, baik dari sisi kuantitas maupun kualitas,” ujarnya.
Ia menambahkan, melalui komunikasi dan koordinasi yang intensif tersebut diharapkan produktivitas getah pinus di wilayah KPH Pekalongan Barat terus meningkat. Selain itu, hubungan kerja antarstakeholder juga semakin solid dalam mendukung keberhasilan pengelolaan hasil hutan bukan kayu.
Sementara itu, General Manager KBM INK Jawa Tengah, Novi Rosalina, menegaskan bahwa kebutuhan bahan baku getah pinus berkualitas menjadi faktor penting dalam mendukung keberlangsungan industri gondorukem dan terpentin. Oleh karena itu, kolaborasi yang baik antara KPH sebagai penghasil bahan baku dan PGT sebagai unit pengolahan harus terus diperkuat.
PGT Winduaji merupakan salah satu pabrik gondorukem dan terpentin di bawah Perhutani Jawa Tengah yang memiliki peran strategis dalam pengolahan getah pinus menjadi produk turunan bernilai ekonomi tinggi. Demikian pula PPCI Pemalang yang turut mendukung pengembangan industri hasil hutan bukan kayu di Jawa Tengah.
KPH Pekalongan Barat sendiri dikenal sebagai salah satu wilayah penghasil getah pinus di Jawa Tengah dengan potensi kawasan hutan produksi yang cukup luas dan tersebar di wilayah Brebes, Tegal, serta Pemalang.
Salah satu mitra kerja Perhutani di bidang angkutan getah pinus, Agus Setiawan, mengapresiasi kegiatan komunikasi dan koordinasi tersebut. Menurutnya, kegiatan ini diharapkan mampu membangun langkah bersama yang lebih efektif dalam meningkatkan produktivitas sadapan getah pinus, menjaga mutu hasil produksi, menyatukan persepsi dalam penerimaan angkutan getah pinus, serta mendukung keberlanjutan industri hasil hutan bukan kayu di Jawa Tengah.
Melalui kegiatan ini, Perhutani berharap sinergi antara KPH, KBM INK Jawa Tengah, PGT Winduaji, PPCI Pemalang, dan seluruh mitra kerja dapat terus diperkuat guna mendukung peningkatan produktivitas getah pinus secara berkelanjutan dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar hutan. (Pkb/Sgy)
Editor: Hening
Copyright © 2026
















Leave a Reply