GUNDIH (25/06/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Gundih melaksanakan inspeksi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di objek wisata Sumber Mata Air Sendang Coyo, Desa Mlowokarangtalun, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, pada Kamis (25/06). Langkah mitigasi ini dilakukan untuk memastikan seluruh sarana dan prasarana wisata dalam kondisi aman menjelang puncak libur sekolah.
Inspeksi tersebut dipimpin oleh Kepala Seksi Pengelolaan Sumber Daya Hutan (PSDH) KPH Gundih, Arif Budhi, didampingi Kepala Sub Seksi Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Lingkungan (K3L), Darmaji, dan Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Panunggalan, Jony Arianto, beserta jajaran.
Mewakili Administratur KPH Gundih, Arif Budhi menegaskan bahwa aspek keselamatan pengunjung menjadi prioritas utama dalam pengelolaan wisata berbasis hutan (ecotourism). Hal tersebut dinilai penting mengingat adanya proyeksi peningkatan jumlah wisatawan pada masa libur sekolah.
“Kegiatan inspeksi K3 ini sejalan dengan komitmen Perhutani KPH Gundih dalam mendukung pengembangan pariwisata daerah yang aman, nyaman, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Arif menjelaskan bahwa fokus inspeksi meliputi pemeriksaan jalur evakuasi, rambu petunjuk arah, ketersediaan kotak pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K), serta kebersihan fasilitas umum seperti toilet dan tempat ibadah.
Selain kesiapan fasilitas dasar, petugas juga memeriksa kelayakan alat pemadam api ringan (APAR). Sebagai langkah antisipasi terhadap cuaca ekstrem, pengelola turut melakukan pembersihan dan pemangkasan pohon yang dinilai berpotensi tumbang di sekitar area wisata.
“Kami memastikan seluruh instrumen keselamatan berfungsi dengan baik guna meminimalkan risiko kecelakaan maupun kondisi darurat di area wisata,” tambahnya.
Upaya preventif yang dilakukan Perhutani mendapat respons positif dari pihak desa. Ketua Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Pesona Desa Mlowokarangtalun, Budi Setiawan, menyatakan komitmennya untuk mematuhi seluruh standar keselamatan yang telah ditetapkan.
Menurut Budi, pendampingan K3 dari Perhutani sangat penting dalam menjaga reputasi objek wisata Sendang Coyo. Faktor keamanan dinilai menjadi salah satu modal utama dalam pengembangan sektor pariwisata desa.
“Apabila pengunjung merasa aman dan nyaman, hal tersebut akan berdampak positif terhadap keberlanjutan pengelolaan wisata dan peningkatan jumlah kunjungan. Pada akhirnya, kondisi ini juga akan mendorong pertumbuhan perekonomian desa,” tuturnya.
Melalui inspeksi ini, Perhutani berharap pengelolaan Wisata Sendang Coyo dapat terus mengedepankan aspek keselamatan, kenyamanan, dan kelestarian lingkungan sehingga mampu memberikan pengalaman wisata yang berkualitas bagi pengunjung sekaligus mendukung pembangunan ekonomi masyarakat sekitar. (Gdh/Dwi)
Editor: Hening
Copyright © 2026
















Leave a Reply