PEKALONGAN TIMUR (04/06/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pekalongan Timur melalui Kepala Resort Pemangkuan Hutan (KRPH) Watukumpul, Tamim, mewakili Administratur KPH Pekalongan Timur, melaksanakan pembinaan kepada para penyadap getah pinus di wilayah kerja RPH Watukumpul pada Rabu (04/06). Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan produktivitas penyadapan sekaligus memperkuat pemahaman penyadap mengenai teknik penyadapan yang baik dan benar.
Pembinaan dilaksanakan secara langsung di lapangan sebagai bentuk pendampingan dan pengawasan rutin terhadap para mitra penyadap yang selama ini menjadi ujung tombak keberhasilan produksi getah pinus di wilayah KPH Pekalongan Timur. Salah satu penyadap yang mengikuti kegiatan tersebut adalah Basor, penyadap aktif di Petak 73 yang telah berkontribusi secara berkelanjutan dalam kegiatan penyadapan getah pinus.
Administratur KPH Pekalongan Timur melalui KRPH Watukumpul Tamim menyampaikan bahwa keberhasilan produksi getah pinus tidak hanya ditentukan oleh pencapaian target produksi, tetapi juga oleh kualitas pelaksanaan sadapan, kedisiplinan kerja, serta kepedulian terhadap kelestarian tegakan pinus sebagai aset penting perusahaan.
“Penyadap merupakan mitra strategis Perhutani dalam mendukung keberhasilan produksi getah pinus. Oleh karena itu, kami terus melakukan pembinaan agar kegiatan penyadapan berjalan sesuai standar operasional, menghasilkan produktivitas yang optimal, serta tetap menjaga kesehatan dan kelestarian pohon pinus,” ujar Tamim.
Selain memberikan pembinaan teknis mengenai tata cara penyadapan yang benar, penggunaan alat sadap yang sesuai, dan pentingnya menjaga kebersihan alur sadap, Tamim juga mengingatkan pentingnya penerapan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam setiap aktivitas penyadapan. Menurutnya, aspek tersebut menjadi perhatian penting mengingat kondisi medan kerja penyadap yang berada di kawasan hutan dengan karakteristik topografi yang beragam.
Pada kesempatan yang sama, Perhutani juga menggelar dialog interaktif bersama para penyadap untuk menyerap berbagai masukan serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi di lapangan. Melalui komunikasi yang terbuka, Perhutani berharap dapat terus meningkatkan kualitas pembinaan sekaligus memperkuat hubungan kemitraan yang harmonis dan saling menguntungkan.
Sementara itu, penyadap getah pinus Basor menyampaikan apresiasi atas perhatian dan pendampingan yang diberikan oleh jajaran Perhutani. Menurutnya, pembinaan secara langsung di lapangan sangat membantu para penyadap dalam memahami teknik penyadapan yang lebih efektif serta meningkatkan motivasi untuk mencapai hasil produksi yang lebih baik.
“Kami merasa terbantu dengan adanya pembinaan seperti ini karena dapat menambah pengetahuan tentang cara penyadapan yang baik. Selain itu, kami juga bisa menyampaikan berbagai kendala yang kami hadapi sehingga dapat segera memperoleh solusi,” ungkap Basor.
Tamim menegaskan bahwa kegiatan pembinaan kepada penyadap akan terus dilakukan secara berkala sebagai bagian dari upaya meningkatkan kinerja produksi getah pinus sekaligus mendukung pengelolaan hutan yang lestari. Melalui sinergi yang kuat antara Perhutani dan para penyadap, diharapkan target produksi getah pinus dapat tercapai secara optimal tanpa mengabaikan aspek konservasi dan keberlanjutan sumber daya hutan.
Kegiatan pembinaan ini merupakan wujud komitmen KPH Pekalongan Timur dalam menerapkan prinsip pengelolaan hutan lestari yang tidak hanya berorientasi pada hasil produksi, tetapi juga memperhatikan peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan yang terlibat dalam kegiatan kemitraan kehutanan. Dengan semangat kebersamaan dan tanggung jawab bersama, Perhutani optimistis sektor produksi getah pinus akan terus berkembang dan memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi perusahaan maupun masyarakat sekitar hutan. (Pkt/Ran)
Editor: Hening
Copyright © 2026
















Leave a Reply