Siasat Taktis Perhutani Pemalang Redam Risiko Gagal Semai Menjelang Kemarau Ekstrem

PEMALANG (19/06/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pemalang melakukan pengecekan langsung perkembangan pekerjaan persemaian di Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Dukuhtaban, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Kedungjati, pada Kamis (18/06). Kegiatan ini merupakan bagian dari persiapan penyediaan bibit untuk mendukung program rehabilitasi, penanaman kembali, dan pengembangan hutan di masa mendatang.

Kegiatan tersebut menjadi langkah penting dalam memastikan ketersediaan bibit berkualitas, mengingat persemaian merupakan fondasi utama keberhasilan pembangunan hutan. Selain meninjau kondisi bibit, jajaran Perhutani juga berdialog dengan petugas lapangan dan masyarakat yang terlibat dalam pengelolaan persemaian.

Pelaksana Tugas (Plt.) Administratur KPH Pemalang Angkat Wijanto menyampaikan bahwa kualitas bibit menjadi faktor kunci dalam keberhasilan penanaman dan pertumbuhan tegakan di lapangan.

“Persemaian merupakan titik awal dari pengelolaan hutan yang berkelanjutan. Oleh karena itu, kami memastikan seluruh tahapan pekerjaan, mulai dari penyemaian, pemeliharaan, hingga kesiapan bibit, berjalan sesuai standar teknis. Bibit yang sehat dan berkualitas akan menghasilkan tanaman yang kuat serta mampu mendukung kelestarian hutan dalam jangka panjang,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Nuju Jaya Machmudi Abas menyambut baik perhatian Perhutani terhadap pengelolaan persemaian yang melibatkan masyarakat sekitar hutan. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya mendukung pelestarian lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi dan pengetahuan bagi warga.

“Kami merasa bangga dapat ikut berperan dalam menyiapkan bibit yang nantinya ditanam di kawasan hutan. Semoga kerja sama antara Perhutani dan masyarakat terus terjalin dengan baik sehingga manfaatnya dapat dirasakan bersama,” ungkapnya.

Melalui kegiatan monitoring ini, Perhutani KPH Pemalang berharap seluruh target produksi bibit dapat tercapai, baik dari sisi jumlah maupun kualitas. Ke depan, sinergi antara Perhutani dan masyarakat desa hutan diharapkan semakin kuat dalam mendukung program penghijauan dan rehabilitasi kawasan sehingga hutan tetap lestari, produktif, serta mampu memberikan manfaat ekologis, sosial, dan ekonomi secara berkelanjutan. (Pml/Sks)

Editor: Hening

Copyright © 2026

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *