Taktik Jitu KPH Cepu Rangkul Eko Sumarno demi Amankan Diversifikasi Pendapatan Pesanggem

CEPU (13/07/2026) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Cepu melalui Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Wonogadung menggelar sosialisasi agroforestri dan integrasi pemanfaatan lahan hutan kepada anggota Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Wana Bestari di Desa Singonegoro, Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora, pada Minggu (13/07).

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai konsep agroforestri sebagai sistem pengelolaan lahan yang mengintegrasikan tanaman kehutanan dengan tanaman pertanian maupun peternakan. Melalui sistem tersebut, diharapkan pengelolaan kawasan hutan dapat memberikan manfaat ekologis, ekonomi, dan sosial secara berkelanjutan.

Agroforestri memiliki berbagai manfaat, di antaranya mengurangi erosi, meningkatkan kesuburan tanah, memperbaiki daya serap air, serta menjaga keanekaragaman hayati dengan menyediakan habitat bagi berbagai jenis flora dan fauna. Selain itu, sistem ini juga mampu meningkatkan produktivitas lahan dan mendukung ketahanan pangan masyarakat sekitar hutan.

Administratur KPH Cepu melalui Kepala BKPH Wonogadung, Samino, menjelaskan bahwa agroforestri merupakan salah satu strategi pengelolaan lahan yang mampu menjawab tantangan degradasi lahan, perubahan iklim, dan meningkatnya kebutuhan pangan.

“Agroforestri adalah sistem pemanfaatan lahan yang menggabungkan tanaman berkayu dengan tanaman pertanian atau peternakan dalam satu hamparan. Melalui sistem ini, aspek ekologis, ekonomi, dan sosial dapat berjalan secara seimbang sehingga produktivitas lahan meningkat tanpa mengabaikan kelestarian hutan,” ujar Samino.

Ia menambahkan bahwa salah satu keunggulan agroforestri adalah diversifikasi hasil yang diperoleh masyarakat. Selain menghasilkan kayu, kawasan hutan juga dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan buah-buahan, tanaman pangan, tanaman energi, maupun hasil hutan bukan kayu lainnya yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat. Di sisi lain, keberadaan berbagai jenis tanaman turut menjaga keseimbangan ekosistem dan mendukung konservasi keanekaragaman hayati.

Sementara itu, Ketua LMDH Wana Bestari, Eko Sumarno, menyambut baik kegiatan sosialisasi tersebut. Menurutnya, penerapan agroforestri membutuhkan perencanaan yang matang serta partisipasi aktif masyarakat agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal.

“Agroforestri merupakan solusi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat tanpa mengurangi fungsi hutan. Kami berharap kegiatan seperti ini terus dilakukan agar masyarakat semakin memahami teknik pengelolaan lahan yang baik. Dukungan Perhutani, pemerintah, dan berbagai pihak sangat diperlukan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menerapkan sistem agroforestri secara berkelanjutan,” ungkap Eko Sumarno.

Melalui kegiatan ini, Perhutani KPH Cepu berharap penerapan sistem agroforestri di kawasan hutan semakin berkembang sehingga mampu mendukung kelestarian lingkungan, meningkatkan produktivitas lahan, serta memperkuat kesejahteraan masyarakat sekitar hutan secara berkelanjutan. (Cpu/Pai)

Editor: Hening

Copyright © 2026

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *