Tekan Risiko Kerja di Area Tebangan, Perhutani KPH Gundih Gelar Inspeksi Mendadak APD

GUNDIH (25/06/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Gundih menggelar inspeksi mendadak terkait penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) di lokasi tebangan Petak 159, Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Saren, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Kuncen, pada Rabu (25/06). Langkah ini dilakukan sebagai upaya menekan risiko kecelakaan kerja di area yang tergolong memiliki tingkat bahaya tinggi.

Inspeksi dipimpin langsung oleh Kepala Seksi Pengelolaan Sumber Daya Hutan (PSDH) KPH Gundih, Arif Budhi, didampingi Kepala Sub Seksi Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Lingkungan (K3L), Darmaji, bersama jajaran terkait. Kegiatan tersebut menyasar seluruh tenaga kerja yang beraktivitas di area tebangan, meliputi mandor tebang, operator gergaji mesin (chainsaw), tenaga pikul, tenaga bongkar muat kayu, hingga petugas lapangan lainnya.

Mewakili Administratur KPH Gundih, Arif Budhi menjelaskan bahwa inspeksi ini bertujuan memastikan seluruh APD yang digunakan pekerja berada dalam kondisi layak dan berfungsi optimal. Melalui pemeriksaan tersebut, manajemen dapat mengidentifikasi secara langsung apabila terdapat peralatan keselamatan yang rusak atau tidak memenuhi standar sehingga dapat segera dilakukan penggantian.

“Lokasi tebangan merupakan area kerja dengan tingkat risiko kecelakaan yang sangat tinggi. Karena itu, kami menegaskan kepada seluruh tenaga kerja agar selalu berhati-hati dan disiplin menggunakan APD demi keselamatan diri masing-masing,” ujarnya.

Selain memeriksa APD yang digunakan pekerja, tim juga melakukan pengecekan terhadap ketersediaan Alat Pelindung Kerja (APK) kolektif di sekitar area tebangan. Fasilitas pendukung seperti rambu-rambu peringatan bahaya dan alat pemadam api ringan (APAR) dipastikan tersedia dan mudah diakses apabila terjadi keadaan darurat.

Meski penerapan keselamatan dan kesehatan kerja telah diatur dalam berbagai ketentuan, Perhutani mengakui masih menghadapi sejumlah tantangan di lapangan. Rendahnya kesadaran sebagian pekerja serta pengawasan yang belum optimal menjadi faktor yang perlu terus diperbaiki.

Untuk mengatasi hal tersebut, manajemen KPH Gundih berkomitmen terus melaksanakan sosialisasi dan pelatihan K3 secara berkala agar budaya keselamatan kerja dapat tertanam kuat dan menjadi bagian dari aktivitas kerja sehari-hari, bukan sekadar memenuhi kewajiban administratif.

Sementara itu, salah seorang tenaga kerja tebangan asal Dusun Saren, Desa Asemrudung, Kecamatan Geyer, Slamet Hadi, menyampaikan apresiasinya terhadap langkah preventif yang dilakukan Perhutani. Menurutnya, pemenuhan fasilitas keselamatan kerja sangat penting untuk mendukung kenyamanan dan keamanan pekerja di lapangan.

“Kami bekerja tentu ingin pulang dalam kondisi sehat dan selamat. Saya dan rekan-rekan sangat berharap pemenuhan serta pembaruan APD ini terus mendapat dukungan penuh dari Perhutani,” katanya. (Gdh/Dwi)

Editor: Hening

Copyright © 2026

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *