Tindak Lanjuti Arahan Direksi, Perhutani KPH Banyumas Timur Gelar Pengerokan Batang Pinus Serentak

BANYUMAS TIMUR (17/07/2026) | Arahan tidak akan berarti tanpa tindakan. Semangat itulah yang kini mulai terlihat di kawasan hutan pinus Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Timur, tepatnya di Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Gunung Slamet Timur. Menindaklanjuti kunjungan Direktur Operasi Perum Perhutani beberapa waktu lalu yang menekankan pentingnya peningkatan produksi getah pinus, para penyadap bergerak serentak melakukan pengerokan batang pinus sebagai langkah awal mengoptimalkan hasil sadapan, Jumat (17/07).

Gerakan tersebut merupakan tindak lanjut nyata dari pembinaan lapangan yang menekankan bahwa peningkatan produksi tidak selalu bergantung pada penambahan jumlah pohon. Perbaikan teknik penyadapan dan pemeliharaan koakan menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan produktivitas tegakan pinus yang telah ada.

Pengerokan merupakan bagian dari pemeliharaan sadapan yang dilakukan dengan membersihkan permukaan luka sadap dari getah yang telah mengeras, kulit mati, lumut, maupun kotoran yang menempel. Permukaan koakan yang bersih akan memperlancar aliran getah menuju talang dan tempurung penampung. Selain itu, kondisi bidang sadap menjadi lebih mudah dipantau sehingga penyadap dapat mengetahui apabila terdapat kerusakan atau gangguan pada pohon.

Dalam praktik penyadapan pinus, pengerokan juga membantu menjaga bidang sadap tetap aktif. Apabila lapisan getah yang mengeras dibiarkan terlalu tebal, aliran resin dapat terhambat sehingga hasil sadapan berpotensi menurun. Oleh karena itu, kegiatan sederhana ini menjadi salah satu pekerjaan rutin yang sangat menentukan keberhasilan produksi getah di lapangan.

Administratur/Kepala KPH Banyumas Timur melalui Kepala BKPH Gunung Slamet Timur Bambang Sutanto mengatakan bahwa arahan Direktur Operasi menjadi pengingat bahwa keberhasilan produksi harus dibangun melalui kedisiplinan dalam pekerjaan sehari-hari.

“Peningkatan produksi tidak cukup hanya mengandalkan target. Harus ada perubahan semangat di lapangan. Gerakan pengerokan ini menjadi bentuk komitmen bersama untuk memperbaiki kualitas penyadapan sekaligus mengoptimalkan potensi setiap pohon pinus yang dikelola Perhutani,” ujarnya.

Menurut Bambang, setiap pohon memiliki potensi menghasilkan getah secara optimal apabila diperlakukan dengan teknik penyadapan yang benar dan dirawat secara berkala. Oleh karena itu, Perhutani terus mendorong pendampingan kepada para mandor maupun penyadap agar kualitas pekerjaan tetap terjaga.

Sementara itu, salah seorang penyadap getah pinus, Karso, mengaku kegiatan pengerokan memang membutuhkan tenaga dan ketelitian. Namun, menurutnya, pekerjaan tersebut memberikan manfaat nyata terhadap peningkatan hasil sadapan.

“Kami ingin arahan pimpinan benar-benar diwujudkan di lapangan, bukan hanya didengar saat pembinaan. Jika koakan dibersihkan secara rutin, getah biasanya mengalir lebih lancar. Harapan kami hasil produksi semakin meningkat sehingga pendapatan penyadap juga ikut bertambah,” katanya.

Gerakan pengerokan ini juga menjadi bukti bahwa produktivitas hutan lahir dari konsistensi dalam melaksanakan pekerjaan-pekerjaan mendasar. Di tengah tantangan cuaca, kondisi tegakan, dan target produksi yang terus meningkat, disiplin dalam setiap tahapan penyadapan menjadi faktor penting yang tidak dapat diabaikan.

Perhutani menilai keberhasilan pengelolaan hutan tidak hanya diukur dari besarnya hasil produksi, tetapi juga dari kemampuan menjaga kesehatan tegakan agar tetap produktif dalam jangka panjang. Semangat yang tumbuh setelah arahan Direktur Operasi diharapkan tidak berhenti sebagai gerakan sesaat, melainkan menjadi budaya kerja yang terus dipertahankan.

Melalui kolaborasi antara manajemen, mandor, dan para penyadap, setiap bidang sadap yang dirawat diharapkan menjadi fondasi bagi peningkatan produksi getah pinus sekaligus menjaga keberlanjutan manfaat hutan bagi masyarakat dan generasi mendatang.(Byt/Mei)

Editor: Hening
Copyright © 2026

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *