Tingkatkan Kapasitas Mitra, Perhutani KPH Balapulang Gelar Sekolah Lapang PUP Bersama LMDH

BALAPULANG (05/07/2026) | Perum Perhutani KPH Balapulang terus melibatkan masyarakat desa melalui Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) dalam pengelolaan dan pemeliharaan tanaman kehutanan. Kali ini, Perhutani menggelar sekolah lapang bersama LMDH untuk memberikan pemahaman mengenai tata cara pemeliharaan tanaman jati serta teknik mengukur keberhasilan pertumbuhan tanaman berumur tiga tahun ke atas melalui Petak Ukur Permanen (PUP).

Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas LMDH agar mampu mendampingi Perhutani dalam memantau pertumbuhan tanaman jati secara berkelanjutan. Melalui PUP, berbagai data pertumbuhan tegakan, seperti diameter, tinggi, volume pohon, serta dinamika pertumbuhan tegakan dapat dipantau dan dievaluasi secara berkala sebagai dasar pengelolaan hutan produksi yang berkelanjutan.

Administratur KPH Balapulang, melalui Kepala Seksi Madya Pembinaan Sumber Daya Hutan, Biawnillah, menjelaskan pentingnya keberadaan Petak Ukur Permanen dalam mendukung pengelolaan hutan produksi.

“Petak Ukur Permanen berfungsi untuk menginventarisasi dan memantau pertumbuhan diameter, tinggi, serta volume pohon dari waktu ke waktu. Selain itu, PUP menjadi dasar evaluasi produktivitas tegakan, memprediksi hasil produksi di masa mendatang, serta menjadi rujukan dalam penyusunan tabel normal produksi, penilaian keberhasilan tanaman, dan perencanaan pengelolaan hutan secara berkelanjutan,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua LMDH Gempol Jaya Tani Desa Cibunar, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal, menyampaikan apresiasi kepada Perhutani KPH Balapulang atas penyelenggaraan sekolah lapang yang memberikan pengetahuan praktis kepada masyarakat.

“Program Perhutani sangat memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Selain memperoleh manfaat ekonomi melalui pola tumpangsari dengan menanam tanaman palawija di bawah tegakan, hari ini kami juga mendapatkan ilmu baru mengenai teknik mengukur dan memantau pertumbuhan tanaman jati secara langsung di lapangan. Pengetahuan ini akan kami manfaatkan untuk terus menjaga dan mengawal pertumbuhan tanaman yang telah ditanam Perhutani agar kelak dapat memberikan manfaat bagi generasi mendatang,” ungkapnya.

Melalui sekolah lapang ini, Perhutani KPH Balapulang berharap kapasitas LMDH semakin meningkat sehingga kemitraan dalam pengelolaan hutan semakin kuat. Sinergi tersebut diharapkan mampu mendukung terwujudnya pengelolaan hutan yang produktif, lestari, serta memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan secara berkelanjutan. (Bpl/Jul)

Editor: Hening

Copyright © 2026

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *