Tingkatkan Pendapatan Perusahaan, Perhutani KPH Mantingan Upgrade Fasilitas Wana Wisata Kartini

MANTINGAN (11/07/2026) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Mantingan melepas 1.000 ekor ikan terapi di kolam terapi Wana Wisata Kartini Mantingan sebagai upaya meningkatkan daya tarik destinasi wisata. Sebanyak 1.000 ekor ikan terapi tambahan juga direncanakan akan dilepas pada hari berikutnya. Kegiatan tersebut dipimpin oleh Administratur/Kepala KPH Mantingan, Rohasan, didampingi Kepala Sub Seksi Sarana dan Prasarana (Sarpra) serta Ketua Ikatan Istri Karyawan Perhutani (IIKP), Sabtu (11/07).

Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah pengunjung Wana Wisata Kartini Mantingan, di antaranya Eko Prasetyo dan Abidin.

Administratur/Kepala KPH Mantingan, Rohasan, mengatakan bahwa pelepasan ikan terapi merupakan salah satu inovasi untuk meningkatkan kualitas layanan wisata sekaligus memberikan pengalaman baru bagi para pengunjung.

“Pelepasan 1.000 ekor ikan terapi hari ini merupakan langkah awal, dan besok akan kami tambah lagi sebanyak 1.000 ekor. Ini adalah salah satu upaya Perhutani KPH Mantingan untuk menghadirkan wisata yang edukatif, menyehatkan, dan ramah keluarga. Kami berharap keberadaan kolam ikan terapi ini dapat meningkatkan minat masyarakat untuk berkunjung sehingga berdampak positif terhadap pendapatan wisata dan perekonomian masyarakat sekitar,” ujarnya.

Sementara itu, salah seorang pengunjung Wana Wisata Kartini Mantingan, Eko Prasetyo, mengapresiasi inovasi yang dilakukan Perhutani dalam menambah fasilitas wisata.

“Saya sangat mengapresiasi inisiatif Perhutani KPH Mantingan. Kehadiran ikan terapi membuat objek wisata ini semakin menarik, terutama bagi anak-anak dan keluarga. Semoga ke depan fasilitas wisata terus ditingkatkan sehingga Wana Wisata Kartini semakin berkembang dan menjadi destinasi unggulan di wilayah Rembang dan Blora,” ungkapnya.

Melalui program pelepasan ikan terapi ini, Perhutani KPH Mantingan berharap Wana Wisata Kartini semakin berkembang sebagai destinasi wisata alam yang sehat, edukatif, dan ramah keluarga. Inovasi tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan serta memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat di sekitar kawasan wisata. (Mnt/Ism)

Editor: Hening

Copyright © 2026

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *