CEPU, (03/11/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Cepu terus melakukan berbagai persiapan guna memastikan bibit tanaman kehutanan dapat tumbuh secara optimal. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menyediakan pupuk organik sebagai sarana pendukung untuk memulihkan kesuburan tanah sekaligus meningkatkan kualitas media tumbuh tanaman. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Selasa (03/11).
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian persiapan penanaman yang meliputi pemasangan acir sebagai penanda titik tanam, pembuatan lubang tanam, hingga penyediaan pupuk organik. Seluruh tahapan dipersiapkan secara terencana agar proses penanaman nantinya dapat berjalan dengan baik dan memberikan hasil sesuai target yang telah ditetapkan.
Mewakili Administratur KPH Cepu, Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Nanas, Alan Reynaldi Husain, menyampaikan bahwa selain pemasangan acir dan pembuatan lubang tanam, ketersediaan pupuk organik memiliki peranan sangat penting dalam menunjang keberhasilan tanaman. Menurutnya, pupuk organik dapat membantu memperbaiki kondisi tanah sehingga bibit tanaman kehutanan memperoleh unsur hara yang dibutuhkan untuk pertumbuhan.
“Persiapan penanaman tidak hanya berhenti pada pemasangan acir dan pembuatan lubang tanam. Ketersediaan pupuk organik juga sangat penting untuk memastikan tingkat keberhasilan tumbuh bibit tanaman pokok kehutanan dapat mencapai target optimal. Kami berharap melalui persiapan yang matang, tanaman dapat tumbuh sehat dan memberikan manfaat ekologis bagi kelestarian hutan,” ungkap Alan.
Sementara itu, salah seorang pesanggem, Dariyanto, menyampaikan bahwa penggunaan pupuk kandang merupakan salah satu langkah yang baik untuk memulihkan kesuburan tanah. Menurutnya, pupuk kandang dapat membantu memperbaiki kondisi tanah dan mendukung pertumbuhan tanaman sehingga pemanfaatannya dalam kegiatan penanaman hutan perlu mendapat perhatian.
“Pupuk kandang sangat bagus untuk memulihkan kesuburan tanah. Selain membantu menyuburkan tanah, penggunaan pupuk organik juga menjadi upaya memanfaatkan bahan alami yang tersedia di lingkungan sekitar. Dengan tanah yang subur, kami berharap bibit tanaman yang ditanam dapat tumbuh lebih baik dan hasilnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” tutur Dariyanto.
Melalui penyediaan pupuk organik tersebut, Perhutani bersama masyarakat berharap kegiatan penanaman tidak sekadar memenuhi target jumlah bibit yang ditanam, tetapi juga mengutamakan kualitas pertumbuhan tanaman. Dengan persiapan lahan yang baik, pemupukan yang tepat, serta keterlibatan masyarakat dalam pemeliharaan, upaya menjaga kesuburan tanah dan mewujudkan hutan yang lestari diharapkan dapat berjalan secara berkelanjutan. (Cpu/Pai).
Editor: Intan
Copyright © 2026
















Leave a Reply