PEMALANG (21/05/2026) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pemalang melaksanakan kegiatan pemantauan dan evaluasi lahan tanaman agroforestry tebu di wilayah hutan BKPH Bantarsari, Rabu (20/05). Kegiatan tersebut dilaksanakan bersama jajaran petugas KPH Pemalang, BKPH Bantarsari, serta pengurus Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) wilayah BKPH Bantarsari.
Pertemuan pemantauan dan evaluasi dilaksanakan di Petak 56b seluas 7,8 hektare. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pengawasan dan pembinaan terhadap pelaksanaan program agroforestry yang dikembangkan Perhutani bersama masyarakat desa hutan melalui pola kemitraan produktif.
Program agroforestry tebu di wilayah BKPH Bantarsari dilaksanakan melalui skema kerja sama pada kawasan hutan yang tersebar di wilayah Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Kelapanunggal, Pabuaran, dan Karangasem dengan total luas mencapai kurang lebih 38,6 hektare.
Dalam kegiatan tersebut, tim pemantauan dan evaluasi melakukan pengecekan langsung terhadap keluasan lahan garapan, kondisi pertumbuhan tanaman tebu, serta estimasi potensi produktivitas yang akan dihasilkan pada masa panen mendatang. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana evaluasi bersama antara Perhutani dan LMDH guna memastikan pengelolaan agroforestry berjalan sesuai prinsip keberlanjutan dan tidak mengganggu fungsi utama kawasan hutan.
Administratur KPH Pemalang melalui Kepala Seksi Perencanaan SDH dan Pengembangan Bisnis KPH Pemalang, Agus Heru Yudyana, menyampaikan bahwa kegiatan pemantauan dan evaluasi ini penting untuk memastikan pelaksanaan program kemitraan kehutanan berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi semua pihak.
“Melalui kegiatan pemantauan dan evaluasi ini, kami ingin memastikan bahwa pengelolaan agroforestry tebu di kawasan hutan BKPH Bantarsari berjalan sesuai ketentuan yang berlaku, tetap menjaga kelestarian hutan, serta mampu memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat desa hutan. Program ini merupakan bentuk sinergi antara Perhutani dan LMDH dalam mengoptimalkan pemanfaatan ruang tumbuh di bawah tegakan hutan secara produktif dan berkelanjutan,” jelasnya.
Sementara itu, anggota Tim Pemantauan dan Evaluasi Agroforestry, Mohamad Fadllum, menjelaskan bahwa hasil pemantauan sementara menunjukkan kondisi pertumbuhan tanaman tebu di beberapa petak tergolong baik dan memiliki potensi produktivitas yang cukup menjanjikan.
“Dari hasil pengecekan lapangan, secara umum pertumbuhan tanaman tebu cukup baik. Kami juga melakukan pengukuran keluasan lahan serta melihat perkembangan tanaman untuk memperkirakan potensi hasil panen. Data ini penting sebagai bahan evaluasi dan perencanaan pengelolaan selanjutnya agar program agroforestry dapat berjalan lebih optimal,” ungkapnya.
Perwakilan LMDH Bina Rimba, Budiono, menyampaikan apresiasi kepada Perhutani yang terus memberikan pendampingan kepada masyarakat dalam pengelolaan agroforestry di kawasan hutan.
“Kami sangat mendukung kegiatan pemantauan dan evaluasi ini karena menjadi sarana pembelajaran bagi masyarakat dalam mengelola lahan hutan secara benar dan bertanggung jawab. Dengan adanya program agroforestry tebu ini, masyarakat dapat memperoleh tambahan penghasilan sekaligus tetap menjaga kelestarian hutan,” ujarnya.
Melalui kegiatan pemantauan dan evaluasi ini, diharapkan pengelolaan agroforestry tebu di wilayah BKPH Bantarsari KPH Pemalang dapat berjalan optimal, memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar hutan, sekaligus menjaga fungsi ekologis hutan sebagai penyangga kehidupan dan kelestarian lingkungan. (Pml/Sks)
Editor: hening
Copyright © 2026
















Leave a Reply