Jaga Mutu Kayu TPKH, Perhutani Mantingan Rangkul Pembeli Sengon Guna Pacu Serapan Pasar

MANTINGAN (22/05/2026) | Administratur Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Mantingan, Rohasan, bersama Ketua dan Wakil Ketua Ikatan Istri Karyawan Perhutani (IIKP) menggelar pertemuan silaturahmi dengan mitra pembeli kayu sengon di Rumah Dinas Asisten Perhutani (Asper)/Kepala BKPH Ngiri, Pariyo, Jumat (22/05).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Administratur KPH Mantingan, Arif Yudiarko, Kepala Seksi Madya Produksi dan Ekowisata, Edy Pramono, Kepala Seksi Madya Keuangan, SDM, Umum, dan IT, Susilo Ari Nugroho, jajaran Kepala Resort Pemangkuan Hutan (KRPH), serta karyawan Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Ngiri.

Pertemuan tersebut bertujuan menjalin sinergi dan memperkuat kemitraan antara KPH Mantingan dan para mitra pembeli kayu sengon di Tempat Penimbunan Kayu Hutan (TPKH).

Administratur/Kepala KPH Mantingan, Rohasan, menyampaikan bahwa kemitraan yang baik dengan pembeli kayu sangat penting untuk menjaga kelancaran produksi dan distribusi hasil hutan.

“Kami ingin memastikan hubungan kerja sama berjalan profesional dan saling menguntungkan. Sinergi ini menjadi kunci agar pengelolaan hutan produktif tetap berjalan optimal,” ujar Rohasan.

Pertemuan tersebut juga menghasilkan komitmen bersama untuk memperkuat kemitraan dalam mendukung kelancaran pembelian kayu sengon di TPKH.

Wakil Administratur KPH Mantingan, Arif Yudiarko, menambahkan bahwa kemitraan yang sehat menjadi salah satu penopang utama kelancaran bisnis kehutanan.

“Peran mitra sebagai pembeli sangat strategis. Kami ingin kemitraan ini berjalan profesional, transparan, dan saling menguntungkan,” kata Arif Yudiarko.

Sementara itu, Kepala Seksi Madya Produksi dan Ekowisata, Edy Pramono, menekankan pentingnya sinergi teknis di lapangan agar mutu kayu yang dihasilkan sesuai standar.

“Koordinasi antara produksi dan pembeli harus terus dijaga. Hal ini berpengaruh langsung terhadap kualitas dan nilai jual kayu sengon,” ujarnya.

Asper/Kepala BKPH Ngiri, Pariyo, menyampaikan bahwa pertemuan tersebut penting untuk menyatukan persepsi antara pengelola lapangan dan mitra pembeli.

“Kami di lapangan siap mendukung kelancaran operasional TPKH. Dengan komunikasi yang terbuka, diharapkan proses penerimaan dan distribusi kayu sengon dapat berjalan lebih tertib dan efisien,” ungkap Pariyo.

Senada dengan itu, Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Ngiri Sejahtera, Sumangat, menyatakan dukungan masyarakat desa hutan terhadap kemitraan tersebut.

“Kami berharap kemitraan ini membawa dampak positif bagi masyarakat sekitar hutan, baik dari sisi ekonomi maupun kelestarian hutan,” kata Sumangat.

Kegiatan ditutup dengan doa yang dipimpin Kepala RPH Sangkrah, M. Rudy Herwanto. Doa dipanjatkan agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar, kemitraan antara KPH Mantingan dan mitra semakin kuat, serta pengelolaan hutan produktif di wilayah BKPH Ngiri mampu memberikan manfaat optimal bagi perusahaan dan masyarakat sekitar. (Mnt/Ism)

Editor: Hening
Copyright © 2026

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *