SURAKARTA (23/07/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Surakarta bersama PT Inalas Sejahtera Indonesia melaksanakan studi banding pengembangan tanaman jabon sebagai Fast Growing Species (FGS) di Petak 54a dan 54b seluas 63,2 hektare, Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Candi, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Jembolo Selatan, KPH Semarang, pada Rabu (22/07).
Kunjungan lapangan tersebut bertujuan mengamati secara langsung keberhasilan model kerja sama penanaman spesies cepat tumbuh yang telah diterapkan di wilayah KPH Semarang. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan pengelolaan sumber daya hutan secara kolaboratif guna mempercepat optimalisasi pemanfaatan lahan di wilayah kerja KPH Surakarta.
Administratur KPH Surakarta, Agus Supriyanto, menyampaikan bahwa studi banding ini merupakan langkah proaktif manajemen dalam mencari model terbaik untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan produktif melalui pengembangan komoditas Fast Growing Species seperti jabon.
Menurutnya, hasil pengamatan di lapangan akan menjadi bahan evaluasi dalam menyusun skema kemitraan yang lebih inovatif, berkelanjutan, serta mampu meningkatkan nilai ekonomi dalam waktu yang lebih singkat tanpa mengabaikan fungsi ekologis kawasan hutan.
“Melalui studi banding ini, kami memperoleh banyak referensi terkait pengelolaan tanaman jabon yang telah berhasil diterapkan di KPH Semarang. Pengalaman tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk menyusun pola kerja sama yang lebih efektif, sehingga pemanfaatan lahan dapat berjalan optimal dengan tetap menjaga kelestarian fungsi hutan,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan PT Inalas Sejahtera Indonesia, Nanang Prananta, menyampaikan apresiasi atas kesempatan yang diberikan Perhutani dalam kegiatan tersebut. Ia menegaskan komitmen perusahaan untuk terus memperkuat sinergi dengan Perhutani KPH Surakarta dalam pengembangan tanaman jabon.
“Kami siap mengadopsi praktik-praktik budidaya tanaman jabon yang telah berhasil diterapkan di KPH Semarang. Kami juga berkomitmen mendukung percepatan program penanaman dan reboisasi sehingga kerja sama yang akan dibangun bersama Perhutani dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Melalui kegiatan studi banding ini, Perhutani KPH Surakarta menargetkan percepatan implementasi skema kerja sama pemanfaatan lahan berbasis Fast Growing Species bersama mitra strategis. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas kawasan hutan, mempercepat penutupan lahan, serta memperkuat ketahanan ekosistem hutan dalam jangka panjang. Program kemitraan ini menjadi wujud komitmen Perhutani dalam mengelola kawasan hutan secara profesional, produktif, dan berkelanjutan. (Ska/Hfn)
Editor: Hening
Copyright © 2026
















Leave a Reply