PATI, (03/07/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pati menggandeng peternak lebah mandiri di Desa Regaloh, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, dalam upaya membangkitkan kembali madu Perhutani yang pernah dikenal luas oleh masyarakat Pati, Jumat (03/07).
Madu merupakan cairan manis yang berasal dari nektar tumbuhan dan diproses oleh lebah pekerja untuk kemudian disimpan dalam sel-sel sarang sebagai sumber karbohidrat. Di Indonesia, jenis lebah yang banyak menghasilkan madu antara lain lebah lokal (Apis cerana), lebah liar (Apis dorsata), dan lebah Eropa (Apis mellifera).
Rasa madu ditentukan oleh jenis bunga yang menjadi sumber pakan lebah, seperti bunga randu, rambutan, kelengkeng, kaliandra, mangga, bunga liar, hingga berbagai jenis tanaman hutan lainnya.
Dalam upaya mengembangkan kembali produk madu tersebut, Perum Perhutani KPH Pati menjalin kerja sama dengan peternak lebah mandiri milik Suwito di Desa Regaloh. Langkah tersebut ditandai dengan kunjungan langsung ke lokasi oleh Administratur/Kepala KPH Pati Sukmono Edwi Susanto yang didampingi Kepala Seksi Perencanaan Sumber Daya Hutan (PSDH) Syahari dan tim pengembangan bisnis.
Administratur/Kepala KPH Pati Sukmono Edwi Susanto menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan ikhtiar untuk menghidupkan kembali kejayaan madu Perhutani yang pernah menjadi kebanggaan masyarakat Pati.
“Kegiatan ini merupakan upaya membangkitkan kembali madu Perhutani yang pernah dikenal luas di kalangan masyarakat Pati, dari Madu Wanajava hingga Madu Perhutani. Kami ingin merawat sejarah perlebahan sekaligus membangkitkan kembali Madu Regaloh yang pernah berjaya pada masa lalu. Perhutani juga masih memiliki peralatan yang mendukung proses pengemasan madu berkualitas di Regaloh,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa madu memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, antara lain meningkatkan stamina dan vitalitas, bersifat antibakteri, antijamur, dan antioksidan, serta bermanfaat untuk perawatan jaringan tubuh dan fungsi reproduksi. Selain dikonsumsi, madu juga memiliki manfaat dalam bidang kosmetik, seperti membantu perawatan, mengencangkan, dan menghaluskan kulit.
Sementara itu, peternak lebah Desa Regaloh Suwito menyambut baik kedatangan tim Perhutani dan menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan.
“Kami sangat mendukung kerja sama ini sebagai upaya untuk membangkitkan kembali produksi madu Perhutani. Semoga sinergi ini dapat memberikan manfaat bagi peternak dan masyarakat sekitar,” ungkapnya. (Pti/Rsw)
Editor: Diono
Copyright © 2026
















Leave a Reply