PURWODADI, PERHUTANI (22/06/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi melaksanakan kegiatan panen Agroforestry Tebu Mandiri (ATM) Tahun 2026 di Petak 62F1 RPH Pekuwon BKPH Bandung, Senin (22/06). Kegiatan tersebut merupakan bentuk sinergi antara Perhutani KPH Purwodadi dengan PG Madukismo dalam mendukung Program Swasembada Gula Nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar kawasan hutan.
Kegiatan panen diawali dengan prosesi adat sederhana berupa pemotongan nasi tumpeng sebagai ungkapan rasa syukur atas keberhasilan budidaya tebu. Prosesi tersebut dilakukan oleh jajaran Perhutani KPH Purwodadi, perwakilan PG Madukismo, serta tenaga kerja yang sebagian besar merupakan warga sekitar kawasan hutan. Tradisi tersebut menjadi simbol kebersamaan, harapan akan kelancaran panen, serta keberkahan hasil usaha.
Usai prosesi syukuran, kegiatan dilanjutkan dengan panen tebu secara simbolis dan penempelan stiker angkutan pada armada truk pengangkut tebu oleh Administratur KPH Purwodadi sebagai tanda dimulainya pengiriman hasil panen menuju PG Madukismo Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Pada tahun 2026, areal Agroforestry Tebu Mandiri di Petak 62F1 RPH Pekuwon BKPH Bandung memiliki luas 5,5 hektare dengan rencana produksi mencapai 353,430 ton tebu. Program ini merupakan salah satu bentuk optimalisasi pemanfaatan kawasan hutan melalui pola agroforestry yang tetap memperhatikan prinsip kelestarian hutan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Administratur KPH Purwodadi, Untoro Tri Kurniawan, menyampaikan bahwa kegiatan panen Agroforestry Tebu Mandiri merupakan wujud nyata kontribusi Perhutani dalam mendukung program strategis pemerintah di bidang ketahanan pangan dan swasembada gula nasional.
“Perhutani terus berupaya mengoptimalkan potensi kawasan hutan melalui pola Agroforestry Tebu Mandiri yang memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan. Sinergi dengan PG Madukismo sebagai mitra strategis menjadi bukti bahwa kolaborasi antar BUMN dan stakeholder dapat menghasilkan manfaat yang luas, baik untuk mendukung swasembada gula nasional maupun meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan,” ujar Untoro.
Lebih lanjut Untoro menjelaskan bahwa kegiatan budidaya hingga panen tebu juga membuka kesempatan kerja bagi masyarakat sekitar kawasan hutan, mulai dari kegiatan pengolahan lahan, pemeliharaan tanaman hingga panen dan pengangkutan hasil produksi.
“Kami berharap program ini mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat desa sekitar hutan. Kehadiran Agroforestry Tebu Mandiri tidak hanya menghasilkan bahan baku industri gula, tetapi juga memberikan lapangan pekerjaan dan tambahan pendapatan bagi warga sehingga keberadaan hutan dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, perwakilan PG Madukismo, Slamet, menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang terjalin dengan Perhutani KPH Purwodadi dalam pengembangan Agroforestry Tebu Mandiri.
“Kami sangat mengapresiasi komitmen Perhutani KPH Purwodadi dalam mendukung penyediaan bahan baku tebu untuk industri gula nasional. Kerja sama ini menjadi contoh sinergi yang baik antara pengelola hutan dan industri gula. Kami berharap kemitraan ini dapat terus berkembang sehingga mampu meningkatkan produktivitas tebu dan mendukung target swasembada gula yang dicanangkan pemerintah,” ungkap Slamet.
Dukungan juga disampaikan oleh Kepala Dusun Krajan, Desa Sumberagung, Maryadi, yang mewakili masyarakat setempat. Menurutnya, keberadaan program Agroforestry Tebu Mandiri telah memberikan dampak positif terhadap perekonomian warga.
“Kami merasakan manfaat yang sangat besar dari kegiatan ini. Banyak warga yang terlibat sebagai tenaga kerja sejak proses penanaman hingga panen sehingga memperoleh tambahan penghasilan. Selain itu, hubungan antara masyarakat dan Perhutani juga semakin baik karena adanya kerja sama yang saling menguntungkan. Kami berharap program ini dapat terus berlanjut dan semakin luas manfaatnya bagi masyarakat,” kata Maryadi.
Melalui kegiatan panen Agroforestry Tebu Mandiri ini, Perhutani KPH Purwodadi menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program nasional swasembada gula, memperkuat sinergi dengan berbagai mitra strategis, serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar kawasan hutan melalui pengelolaan hutan yang lestari dan produktif.
Editor : Diono
















Leave a Reply